Jatim Minta Kuota Pilot Project CPMI Gratis Ditambah

5 Oktober 2018 | Posted in : BERITA, Headline, KETENAGAKERJAAN

Jatim Newsroom – Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap kuota program pilot project peningkatan kompetensi dan penempatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), ditambah jumlahnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov.Jatim., DR. Himawan Estu Bagijo saat dialog dengan Menteri Tenaga Kerja R.I., Hanif Dzakiri dalam teleconference dari Kantor Kemenaker di Jakarta dengan Kadisnakertras.Prov.Jatim di Kantor UPT. P3TKI., Jln.Bendul Merisi Wonokromo Surabaya, Rabu (3/10).

“Pak Menteri kami laporkan Jatim siap melaksanakan pilot project ini dan berharap ditambah lagi jumlahnya,serta bantuan mesin cetak paspor” kata Himawan.

Menaker Hanif Dzakiri bersama Dato Sri Tahir pendiri yayasan Tahir Foundation, melakukan teleconference dengan 2 provinsi lokasi pilot project, yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur, setelah keduanya melakukan penandatanganan kerjasama tentang peningkatan kompetensi dan penempatan CPMI di Taiwan dengan jabatan caregiver (pendamping lanjut usia).

Dalam teleconference tersebut, Hanif Dzakiri bersama Dato Sri Tahir juga ingin mendapatkan informasi tentang kesiapan dan pesoalan CPMI di kedua provinsi, terkait pelaksanaan pilot project bagi CPMI ini.

“Saya akan membicarakan dengan Dato Sri Tahir, termasuk permintaan dari Jateng dan Jatim tentang kuota dan komputer mesin alat cetak paspor untuk Layanan Terpadu Satu Atap” jawab Menteri dari politisi PKB asal Jateng ini.

DS Tahir melalui teleconference itu juga sanggup membicarakan bersama Menaker apa lagi sambil berseloroh sesama orang Jatim pokoknya kalau sudah ketemu, enaknya diapakan, meski Hanif menimpali bahwa ia orang Jateng. “Kalau orang dari Jatim ketemu maka bilangnya enake diapaake, kalau Pak Hanif dari Jateng, yo wis wong Jatim – Jateng” kelakar  Bos Mayapada Group asal Surabaya ini.

Pilot project ini sangat membantu bagi CPMI yang akan bekerja di luar negeri karena seluruh biaya pelatihan sampai penempatan ditanggung oleh Tahir Foundation. Biayanya mencapai Rp.7.740.000,- setiap orang CPMI. Program percontohan ini untuk periode pertama sebanyak 80 orang terbagi untuk Provinsi Jateng 40 orang dan Jatim juga 40 orang. “Kami juga minta dari Kementerian untuk meninjau pelaksanaan pelatihan di Jatim sampai proses penempatan CPMI sebelum ke Taiwan” ujar Himawan, sebelum mengakhiri teleconference. (pno)

Tags :

Related Posts

  DOWNLOAD LAMPIRAN : LAMPIRAN 1 SURAT PENGANTAR LAMPIRAN 2 KUMULATIF LAMPIRAN 3 FORM DUPAK PENGAWAS LAMPIRAN 7 SURAT PERNYATAAN TELAH MENGIKUTI DIKLAT PENGAWA...
Provide examples of just how that specific program is able to assist you to accomplish your long-term and short goals....
a Good Topic for a Research Paper Evidently, you ought not purposely select a topic that will bore your audience. Write down as many...