Menakertrans : Tingkatkan Kualitas Program Transmigrasi

26 Agustus 2014 | Posted in : KETRANSMIGRASIAN

Pesan di atas disampaikan dalam Memperingati Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) yang jatuh pada tanggal 12 Desember 2012. Tema HBT Ke-62 Tahun 2012, yaitu “Revitalisasi Penyelenggaraan Transmigrasi Dalam Menciptakan Lapangan Kerja dan Kemandirian Masyarakat”. Dalam sambutannya Menakertrans menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/ Kota, serta Kepala Unit Permukiman Transmigrasi se-Indonesia terutama kepada Saudara-saudara pionir transmigrasi, transmigran dan para pelaksana transmigrasi di seluruh Indonesia. Dalam kerangka NKRI inilah peran dan kontribusi transmigrasi merupakan suatu keniscayaan, yang terkristalisasi pada tujuan transmigrasi yaitu, peningkatkan kesejahteraan masyarakat,mendukung pembangunan daerah dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Tanggal 12 Desember 1950 dijadikan Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) ditandai sebagai hari pertama Pemerintah Republik Indonesia memfasilitasi perpindahan penduduk secara terencana, yaitu dengan memberangkatkan 23 KK (77 jiwa) penduduk Provinsi Jawa Tengah menuju Gedong Tataan sebelah Utara Kota Tanjung Karang, Karesidenan Lampung.

Pembangunan kawasan transmigrasi sampai saat ini, masih memerlukan penanganan secara koprehensip dan sinergis. Terutama penyelesaian masalah kekurangan lahan dan fasilitas umum, kesesuaian kualifikasi transmigran dengan kawasan transmigrasi, integrasi transmigran dengan penduduk sekitar, aksesibilitas dan interkonektivitas kawasan, pemasaran, dan lain-lain.

Ke depan, Menakertrans menyampaikan pesannya bahwa keberhasilan pembangunan kawasan transmigrasi dipengaruhi oleh 3 (tiga) variabel peningkatan kualitas, yaitu :

    Penyiapan Kawasan Transmigrasi yang baik dan memenuhi kriteria jelas, bersih dan layak, yakni: lahan pekarangan sudah siap olah, rumah transmigran sudah fungsional, mencukupi kebutuhan secara terus menerus, lahan usaha I sudah siap olah, lahan usaha II tersedia, fasilitas umum terbangun, sarana dan prasarana jalan, jembatan, dan gorong-gorong fungsional;
    Transmigran yang berkualitas, Calon Transmigran memiliki fisik memadai, motivasi tinggi, pengetahuan dan kompetensi sesuai dengan kebutuhan kawasan transmigrasi;
    Kualitas Pembinaan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi, meliputi tenaga pembina atau pendamping tersedia di lapangan, input-input pembinaan tersedia dengan cukup dan sesuai kebutuhan, serta aspek pemasaran hasil produksi. (bdr/des/2012)

*) Sumber : Pusat Humas Kemenakertras RI

Tags :

Related Posts

Jatim Newsroom – Penandatanganan perjanjian kerjasama bilateral antara Pemerintah Indonesia dengan Kerajaan Saudi Arabia (KSA) dibidang ketenagakerjaan oleh Menteri Tenaga Kerja RI, Hanif Dhakiri dan...
Surabaya, 01 Nopember 2017. Pelayanan Terpadu Satu Pintu Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (PTSP-P2TKI) Jatim di Jalan Bendul Merisi No 2 Surabaya, mendapat...
Surabaya, 13 Desember 2016. Peringatan hari bakti transmigrasi ke 66 tahun 2016 di Jawa Timur diperingati secara resmi di Gedung Transito Margerejo Surabaya. Sebagai...