Penyelenggaraan Transmigrasi Harus Diimbangi Peningkatan Kualitas

26 Agustus 2014 | Posted in : KETRANSMIGRASIAN

Setiap penyelenggaraan transmigrasi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas, baik SDM maupun pembangunan daerah transmigrasinya. Sebab, pengembangan masyarakat transmigrasi selama beberapa tahun ini ternyata mampu memenuhi kebutuhan dasar, mulai pangan, sandang, layanan pendidikan, kesehatan dan aspek lainnya.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Kadisnakertransduk) Prov Jatim Dr Hary Soegiri MBA M.Si saat membacakan sambutan Menakertrans RI Drs H.A Muhaimin Iskandar M.Si, pada Upacara Peringatan Hari Bhakti Transmigrasi Ke 62, di Disnakertransduk Jatim, Rabu (12/12).

Menurutnya, revitalisasi penyelenggaraan transmigrasi merupakan percepatan (akselerasi) yang diimbangi dengan peningkatan kualitas setiap tahapan pembangunan transmigrasi. “Arahannya sangat jelas yaitu untuk menjamin setelah lima tahun sejak penempatan, pemukiman transmigrasi sudah menjadi desa mandiri atau desa swakarya,” jelasnya.

Dalam kaitannya itu, lanjutnya, selama lima tahun pembinaan dan pengembangan masyarakat transmigrasi sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar mulai dari pangan, sandang, layanan pendidikan, kesehatan serta aspek sosial budaya dan ekonomi lainnya.

Harapannya, masyarakat dan kawasan transmigrasi yang secara otomatis menjadi  desa binaan. “Pemerintah daerah siap berkembang menjadi cikal bakal pusat pertumbuhan baru atau mendukung yang sudah ada,” paparnya.

Dalam mewujudkan harapan itu, Hary mengatakan, ada beberapa langkah yang dilakukan. Diantaranya, pemukiman transmigrasi dalam tahap tahap pembinaan tetapi belum berkembang, maka harus dilengkapi infrastruktur ekonomi dan sosial yang memadai.

“Tidak itu saja, juga dapat memberikan stimulan dan pendamping serta menuntaskan masalah yang ada,” imbuhnya.

Hary menambahkan, sebenarnya keberhasilan pembangunan kawasan transmigrasi dipengaruhi oleh tiga variabel peningkatan kualitas. Pertama, penyiapam kawasan transmigrasi yang baik dan memenuhi kriteria jelas, bersih, dan layak yakni lahan perkarangan sudah siap olah, rumah transmigran sudah fungsional, mencukupi kebutuhan secara terus menerus, lahan usaha I sudah siap olah, lahan usaha II tersedia, fasilitas umum terbangun, sasaran dan prasarana jalan, jembatan serta adanya gorong-gorong.

Kedua, transmigran yang berkualitas. Artinya, calon transmigran memliki fisik memadai, motivasi tinggi, pengetahuan dan kompetensi sesuai dengan kebutuhan kawasan transmigrasi. Ketiga, memiliki kualitas pembinaan masyarakat dan kawasan transmigrasi meliputi tenaga pembinaan atau pendamping tersedia dilapangan, input pembinaan tersedia dengan cukup dan sesuai kebutuhan serta aspek pemasaran hasil produksi.

Dalam rangka menciptakan calon transmigran berkualitas perlu dilakukan beberapa langkah. Pertama, pelaksanaan rekrutmen dan seleksi calon transmigran terampil yang memenuhi kompetensi dan kebutuhan daerah tujuan dengan melibatkan unit teknis terkait (Dinas Kependudukan, Pertanian, Psikolog, kepolisian, dan instansi lembaga terkait lainnya).

Kedua, perlunya memperhatikan berbeagai realitas yang dihadapi serta mencermati kembali kriteria calon transmigran dan aparatur yang mampu menyiapkan calon transmigran berkualitas. Ketiga, calon transmigran yang akan dilatih memiliki kompetensi atau daya saing yang tinggi.

Pemprov, Bhirawa

Tags :

Related Posts

Surabaya, 01 Nopember 2017. Pelayanan Terpadu Satu Pintu Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (PTSP-P2TKI) Jatim di Jalan Bendul Merisi No 2 Surabaya, mendapat...
Surabaya, 13 Desember 2016. Peringatan hari bakti transmigrasi ke 66 tahun 2016 di Jawa Timur diperingati secara resmi di Gedung Transito Margerejo Surabaya. Sebagai...
Tiba dari Kalbar, Ratusan Eks Gafatar Inap di Transito Disnakertransduk Jatim Newsroom- Ratusan warga mantan anggota Gafatar asal Jatim yang dipulangkan dari Mempawah Kalbar...